banner 728x90

MINI LOKAKARYA PROGRAM BANGGA KENCANA

Balai Penyuluhan KB Kec. Balong, Program stunting masih menjadi program yang ditangani oleh semua OPD, dengan harapan setiap keluarga mempunyai pendampingan untuk menangani program ini, hal ini dimaksudkan kita sudah terbebas dari stunting. Pendampinan perlu dilakukan kepada utamanya mereka pasangan muda yang akan melakukan pernikahan, dengan harapan mereka melahirkan anak-anak yang sehat sebagai salah satu asset pembangunan. Pendampingan ini dilakukan oleh Petugas dari Kader KB, Kader PKK dan dari Kesehatan dengan menggunakan  Aplikasi — ELSIMIL

Berkenaan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan Mini Lokakarya dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Ponorogo yang dalam hal ini dimotori oleh Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Ponorogo yang didelegasikan kepada Balai Penyuluhan KB Kecmatan Balong.

Mini Lokakarya ini dilaksanakan hari Selasa, 14 Juni 2022 dengn mengambil tempat di Pendopo Kecamatan Balong dengan peserta sekitar 40 orang dari unsur Camat Balong, Koramil Balong, Kapolsek Balong, Kepala Puskesmas Balong dan Kepala Desa se-Kecamatan Balong,

Dalam hal ini Camat Balong, Muh. Ismail, AP., M. Hum menyampaikan perlu adanya singkronisasi dan kolaborasi kegiatan antar lintas sektor, termasuk kasus Stunting yang terjadi, sehingga perlu disosialisasikan kepada pasangan muda untuk mempersiapkan diri supaya anak yang dilahirkan menjadi anak yang sehat. Juga peran petugas yang aktif untuk membantu program ini supaya harapan untuk menjadi masyarakat yang bermutu di masa-masa yang akan datang.

Acara ini juga di hadiri Sekdin Dinas KB Kab. Ponorogo Drs. Moh. Gufron Fuadi, M. Kes. juga sebagai narasumber menyampaikan bahwa angka stanting perlu di tekan, sehingga generasi muda mendatang menjadi generasi yang lebih baik. Usia : 21-25 untuk usia perkawinan ada 3 hal penting : 1).  kematangan organ reproduksi, 2). kematangan psikologis, dan 3).  kematangan ekonomi.

Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting melalui program pembangunan keluarga, karena di Indonesia terdapat sekitar 37,2 % atau 8 juta anak, yang diawali dari bobot lahir kurang dari 2,5 kg. Dampak yang ditimbulkan dari kejadian ini antara lain : 1). Anak mudah sakit, 2). Kemampuan kognitif berkurang, 3). Saat tua beresiko terkena penyakit, 4). Fungsi tubuh tdk seimbang, 5). Meningkatkan kerugian negara, dan 6). postur tubuh tdk maksimal saat dewasa. (Mars__PPID Kec. Balong)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses